Beirut (KABARIN) - Sebanyak 18 hingga 23 persen penduduk Lebanon kini memerlukan bantuan pangan akibat dampak perang dengan Israel serta kerusakan yang melanda sektor pertanian di negara tersebut, kata Menteri Pertanian Lebanon Nizar Hani kepada RIA Novosti.
“Antara 18 hingga 23 persen penduduk Lebanon saat ini membutuhkan bantuan pangan,” ujar Hani.
Ia menjelaskan bahwa konflik tersebut berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap sekitar 56.000 hektare lahan pertanian, atau setara kurang lebih seperempat wilayah Lebanon. Selain itu, sektor pertanian juga mengalami kerusakan langsung hingga 22,5 persen.
Hani menambahkan bahwa situasi terburuk terjadi di Lebanon bagian selatan, di mana sekitar 78 persen petani terpaksa meninggalkan lahan mereka karena pertempuran yang masih berlangsung.
Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan terhentinya aktivitas produksi pertanian dan memberikan dampak luas terhadap ekonomi lokal maupun nasional, termasuk rantai pasok, harga komoditas, hingga distribusi pasar, terutama pada sektor buah-buahan sitrus.
“Kementerian Pertanian Lebanon, lanjut Hani, telah menyiapkan program pengembangan pertanian jangka panjang untuk periode 2026–2036. Program tersebut mencakup penerapan teknologi modern serta digitalisasi sektor pertanian.”
Ia juga menyebut Lebanon tengah menjalankan kerja sama dengan China, khususnya dalam pemanfaatan drone untuk pemantauan penyakit tanaman, pengawasan hutan, serta penerapan pupuk dan perlindungan tanaman secara lebih presisi.
Sementara itu, pada Senin, otoritas Israel di bawah Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap target yang disebut sebagai posisi Hizbullah di pinggiran Beirut.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata di Lebanon juga dinilai sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Kemudian pada hari yang sama, setelah pertemuan antara Netanyahu dan pejabat Hizbullah yang dimediasi pihak terkait, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan kelompok Lebanon tersebut telah menyepakati gencatan senjata.
Namun demikian, pada hari berikutnya militer Israel dilaporkan masih melanjutkan serangan di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026